WELCOME TO MAJALAH SENI ( WE LOVE ART )

Kamis, 30 Oktober 2014


INFO

Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta akan menggelar Gebyar Budaya Hari Pariwisata Dunia 2014 di Taman Monas, Jakarta Pusat, pada 27 September mendatang. Tidak hanya budaya Betawi, kesenian Nusantara dari Sabang sampai Merauke pun akan turut ditampilkan
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budiman mengatakan bahwa gestival budaya ini digelar untuk membangun Jakarta sebagai pusat kebudayaan Indonesia, pusat pariwisata dan untuk mengeksplorasi keragaman budaya dari seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, acara ini juga akan menjadi media apresiasi terhadap keragaman seni budaya Nusantara yang patut dibanggakan.

"Kita ingin meningkatkan keragaman event seni budaya sebagai daya tarik pariwisata di Kota Jakarta," kata Arie Budiman.

Acara diperuntukkan bagi masyakarat umum khususnya yang tinggal di Jakarta. Pengunjung tidak dipungut biaya sepeserpun untuk menikmati semua atraksi produk wisata seperti wisata budaya, sejarah, ekowisata, serta wisata olahraga seperti berselancar, menyelam, berlayar, golf, bersepeda dan marathon. Terdapat juga pameran industri kreatif Nusantara, karnaval Nusantara, pertunjukan musik dan tari kolosal. Semua itu dikemas dalam acara yang mengusung tema  “The Colors of Jakarta for the World”.

Tari kolosal akan melibatkan salah satu sutradara ternama di Tanah Air yaitu Rama Soeprapto. Ia akan mengolaborasikan berbagai tarian tradisional dari seluruh Nusantara dengan melibatkan setidaknya 50 penari dan 30 musisi. Sedangkan Karnaval Nusantara akan menggandeng sekira 20 komunitas yang terdiri dari 250 penari terbaik, dan pameran industri kreatif akan menampilkan lebih dari 30 stand usaha mikro, kecil dan menengah. Hiburan lain ada pada panggung musik yang akan mengadirkan beberapa artis, seperti Angel Pieters, Gio, Ubay, dan Yuka.

Hari Pariwisata Dunia (World Tourism Day) ditetapkan oleh United Nation World Tourism Organization (UNWTO) dan dirayakan setiap tanggal 27 September. Perayaan ini sengaja dilakukan untuk mendorong kesadaran masyarakat Internasional akan pentingnya pariwisata sebagai bagian dari pembangunan ekonomi, sosial dan budaya yang berkelanjutan.

Sejalan dengan tema Hari Pariwisata Dunia 2014 "Tourism and Community Development" maka event-event budaya yang ditampilkan di Jakarta melibatkan seluruh potensi masyarakat dan komunitas yang dapat dinikmati oleh masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar