INFO
Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi
DKI Jakarta akan menggelar Gebyar Budaya Hari Pariwisata Dunia 2014 di
Taman Monas, Jakarta Pusat, pada 27 September mendatang. Tidak hanya
budaya Betawi, kesenian Nusantara dari Sabang sampai Merauke pun akan
turut ditampilkan
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
DKI Jakarta, Arie Budiman mengatakan bahwa gestival budaya ini digelar
untuk membangun Jakarta sebagai pusat kebudayaan Indonesia, pusat
pariwisata dan untuk mengeksplorasi keragaman budaya dari seluruh
wilayah Indonesia. Selain itu, acara ini juga akan menjadi media
apresiasi terhadap keragaman seni budaya Nusantara yang patut
dibanggakan.
"Kita ingin meningkatkan keragaman event seni budaya sebagai daya tarik pariwisata di Kota Jakarta," kata Arie Budiman.
Acara diperuntukkan bagi masyakarat umum
khususnya yang tinggal di Jakarta. Pengunjung tidak dipungut biaya
sepeserpun untuk menikmati semua atraksi produk wisata seperti wisata
budaya, sejarah, ekowisata, serta wisata olahraga seperti berselancar,
menyelam, berlayar, golf, bersepeda dan marathon. Terdapat juga pameran
industri kreatif Nusantara, karnaval Nusantara, pertunjukan musik dan
tari kolosal. Semua itu dikemas dalam acara yang mengusung tema “The Colors of Jakarta for the World”.
Tari kolosal akan melibatkan salah satu
sutradara ternama di Tanah Air yaitu Rama Soeprapto. Ia akan
mengolaborasikan berbagai tarian tradisional dari seluruh Nusantara
dengan melibatkan setidaknya 50 penari dan 30 musisi. Sedangkan Karnaval
Nusantara akan menggandeng sekira 20 komunitas yang terdiri dari 250
penari terbaik, dan pameran industri kreatif akan menampilkan lebih dari
30 stand usaha mikro, kecil dan menengah. Hiburan lain ada pada
panggung musik yang akan mengadirkan beberapa artis, seperti Angel
Pieters, Gio, Ubay, dan Yuka.
Hari Pariwisata Dunia (World Tourism
Day) ditetapkan oleh United Nation World Tourism Organization (UNWTO)
dan dirayakan setiap tanggal 27 September. Perayaan ini sengaja
dilakukan untuk mendorong kesadaran masyarakat Internasional akan
pentingnya pariwisata sebagai bagian dari pembangunan ekonomi, sosial
dan budaya yang berkelanjutan.
Sejalan dengan tema Hari Pariwisata
Dunia 2014 "Tourism and Community Development" maka event-event budaya
yang ditampilkan di Jakarta melibatkan seluruh potensi masyarakat dan
komunitas yang dapat dinikmati oleh masyarakat.